Bi-Cut Pisau Sadap Ergonomis

Bi-cut pisau sadap karet balit sei putih

Manajemen penyadapan karet yang baik dapat menentukan masa produksi tanaman untuk dapat dieksploitasi bahkan hingga 25-30 tahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produksi yang dihasilkan selama umur ekonomis tanaman adalah mutu sadapan dengan menggunakan pisau sadap oleh para penyadap yang memiliki beragam tingkat ketrampilan.

Saat ini sudah sangat sulit mendapatkan penyadap yang memiliki ketrampilan tinggi dan sudah semakin tidak menariknya pekerjaan penyadap bagi perkebunan-perkebunan yang berlokasi dekat dengan perkotaan sehingga kelangkaan penyadap semakin menambah permasalahan di perkebunan.

Untuk mengantisipasi kelangkaan tenaga penyadap terampil dan agar mutu sadapan dapat tetap prima selama umur ekonomis tanaman, maka Balai Penelitian Sungei Putih mendisain teknologi yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap ketrampilan penyadap yang sekaligus dapat mengontrol mutu sadap pada saat penyadap mengiris kulit pohon karet, yaitu B-cut.

bi-cut pisau sadap karet ergonomis

B-cut adalah pisau sadap ergonomis yang dilengkapi dengan fasilitas pengendali mutu sadap. B-cut merupakan akronim dari Blind Cut yang artinya bahkan orang yang tidak melihat (buta) pun dapat menyadap tanaman karet dengan baik dan benar.

Beberapa hasil pengujian B-cut ini menunjukkan bahwa hasil sayatan pisau sadap ergonomis ini lebih tipis dibandingkan pisau sadap konvensional dan sesuai standar sekitar 1,5 mm secara lebih konsisten meskipun digunakan oleh penyadap kurang trampil. Pengujian lainnya membuktikan bahwa dengan menggunakan B-cut, keberhasilan rata-rata 68,5% pohon disadap (< 1,5 mm) yang lebih banyak dibanding pisau sadap konvensional. Hasil ini mengindikasikan bahwa penyadap lebih berani menyayat kulit lebih dalam ke arah kambium tanpa melukai kayu, sehingga menghasilkan getah yang lebih tinggi karena semakin banyak pembuluh lateks yang terpotong.

Pisau sadap ergonomis memiliki 4 komponen, yaitu :

    1. Mata pisau yang dapat dibongkar pasang dan dapat diatur maju mundur atau depan belakang.
    2. Lengan pengendali kedalaman sadapan yang dapat diatur maju mundur.
    3. Tangkai pisau yang terbuat dari baja dan memiliki tonjolan pengendali konsumsi kulit serta cekungan seperempat elips untuk jalur keluarnya kulit hasil sayatan.
    4. Gagang pisau ergonomis yang sesuai karakteristik genggaman penyadap.

Keunggulan B-cut dibandingkan pisau sadap konvensional :

  1. Mata pisau menggunakan logam berkualitas , sehingga ketajamannya lebih dari pisau biasa. Jika mata pisau sudah tidak dapat dipergunakan lagi karena pengausan, maka penggantian hanya dilakukan terhadap matanya saja, sedangkan tangkai pisau dan gagang pisau tetap dapat dipergunakan untuk waktu yang lebih lama.
  2. Gagang pisau ergonomis yang sesuai karakteristik genggaman penyadap dengan tipe genggam, tekan, maupun tunjuk. Pada umumnya penyadap lebih menyukai gagang pisau tipe tekan dengan ibu jari menekan pisau dari posisi atas gagang.
  3. Hasil sayatan lebih tipis sehingga lebih menghemat konsumsi kulit.
  4. Sayatan berani lebih dalam ke arah kambium sehingga lebih banyak memotong pembuluh lateks yang dapat mengeluarkan lateks lebih banyak.
  5. Mutu sadapan lebih terkontrol karena ada komponen pisau sadap yang bisa dibongkar pasang dan dimaju-mundurkan sehingga dapat berfungsi sebagai pengendali kedalaman maupun ketebalan sadapan.
  6. Penyadapan lebih cepat dilakukan dibandingkan dengan pisau sadap konvensional setelah adaptasi pemakaian pisau beberapa bulan.

Teknologi pisau sadap ergonomis ini merupakan solusi dan simbol kemajuan alat-alat perkebunan tanaman karet karena pisau sadap merupakan alat penting dan utama untuk memanen lateks dari tanaman karet.

6 thoughts on “Bi-Cut Pisau Sadap Ergonomis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *