Bio-C Biofungisida Pengendali Jamur Upas

bio-c obat pengendali jamur upas karet

Pada cabang tanaman karet, penyakit penting yang menimbulkan kerusakan parah adalah penyakit jamur upas atau pink disease. Penyakit ini disebabkan oleh patogen Corticium salmonicolor Berk. et. Br. Tanaman yang terserang pada umumnya masih muda, yakni yang berumur antara tiga sampai delapan tahun. dengan tajuk yang lebat seperti klon PB 260 yang terdapat pada areal perkebunan beriklim basah sampai dengan sangat basah. Kerusakan yang ditimbulkan jamur upas sangat destruktif pada batang bagian atas dan pada percabangan yaitu menyebabkan kepatahan dan kematian cabang dan batang. Serangannya dapat berakibat turunnya produksi sampai dengan 30% akibat patahnya cabang utama.

Gejala serangan jamur upas ditandai dengan adanya benang-benang halus berwarna putih seperti sarang laba-laba dan tingkat serangan lanjut meluas menjadi kerak berwarna pink dan keluar lateks bahkan sampai patah cabang. Fungisida kimia yang dikenal efektif untuk mengendalikan penyakit ini sudah sangat sulit ditemukan di pasaran. Oleh karena itu Balai Penelitian Sungei Putih membuat suatu biofungisida yang dapat mengendalikan penyakit ini secara efektif dan efisien serta ramah lingkungan. Biofungisida tersebut diberi nama dagang Bio C.

Bio C mengandung bakteri antagonis (Pseudomonas sp.) dengan kerapatan 55 x 109 CFU dan bahan carrier lainnya. Produk ini diformulasikan dalam bentuk ready mixed artinya biofungisida ini siap pakai atau bisa langsung diaplikasikan ke cabang tanaman yang terserang penyakit jamur upas. Masa kadaluwarsa produk sampai 6 bulan penyimpanan pada kondisi lingkungan suhu ruang < 30oC dan kelembaban < 80%. Produk ini dipasarkan dalam kemasan berukuran 5 liter.

Waktu aplikasi sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari segera setelah tampak gejala serangan awal. Aplikasi Bio C dilakukan dengan cara pelumasan langsung pada bagian yang terserang sampai bagian yang sehat sekitar 20 cm di atas maupun di bawah bagian yang terserang. Pengolesan dilakukan dengan interval 7 hari sebanyak 4 kali atau hingga tanaman sembuh.

Keunggulan Bio-C

Mudah diaplikasikan : Pengobatan cukup dengan mengoleskan biofungisida Bio-C siap pakai langsung ke daerah yang terserang Jamur Upas.

Murah : Dengan dosis 50 ml/ pohon yang diaplikasikan 4 kali setiap minggu pada bulan pertama, penggunaan Bio-C secara ekonomis berbiaya 2 kali lebih murah bila dibandingkan dengan penggunaan fungisida kimiawi.

Efektif : Tanaman yang terserang Jamur Upas dengan skala serangan 1 – 3, aplikasi Bio-C sebanyak 4 kali pada bulan pertama saja (interval 1 minggu sekali) dapat memberikan efak kesembuhan 85-90%. Pada beberapa kasus persentase penyembuhan ini lebih tinggi dibanding pengobatan dengan bahan kimia berbahan aktif Triadimefon atau Tridemorf.

Aman & Ramah Lingkungan : Sebagaimana sifat agent hayati pada umumnya, Bio-C tidak bersifat racun terhadap tanaman, binatang, dan manusia. Aplikasi biofungisida ini tidak mencemari lingkungan sehingga masuk katagori ramah lingkungan.

Biofungisida Bio C merupakan alternatif pengendalian penyakit jamur upas yang sebaiknya dikombinasikan dengan manajemen tindakan pencegahan dan pengendalian lainnya. Pemangkasan cabang tanaman karet strata bawah yang belum terserang penyakit jamur upas sebaiknya dilakukan agar batang dan percabangan mendapatkan panas dan sinar matahari yang cukup sehingga jamur upas ini tidak dapat tumbuh dan berkembang. Pengendalian gulma  juga sangat dianjurkan untuk mengurangi kelembaban di areal pertanaman karet.

One thought on “Bio-C Biofungisida Pengendali Jamur Upas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *