Fasilitas

Terletak di areal perkebunan karet, sejak tahun 1981 Balai Penelitian Sungei Putih menjalankan misinya untuk menghasilkan teknologi di bidang perkaretan. Selain sumber daya manusia, Balit Sungei Putih juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang untuk mewujudkan visi misinya. Balit Sungei Putih dilengkapi dengan laboratorium, kebun percobaan, perpustakaan, stasiun klimatologi, dan rumah kaca.

Untuk mendukung berbagai kegiatan penelitian yang merupakan penelitian dasar serta untuk tujuan pelayanan bagi para stakeholders, Balai Penelitian Sungei Putih memiliki laboratorium Proteksi Tanaman, Laboratorium Tanah dan Daun, Laboratorium Fisiologi, Laboratorium Teknologi Pasca Panen serta workshop mekanisasi / bengkel mesin. Laboratorium tersebut dilengkapi dengan berbagai sarana dan peralatan sesuai fungsi masing-masing. Balai Penelitian Sungei Putih juga mempunyai unit kerja di Tanjung Morawa yang berfungsi sebagai laboratorium layanan khususnya pengujian sampel tanah daun dan juga lateks dan karet SIR.

fasilitas balit sungei putih

Balai Penelitian Sungei Putih memiliki sarana Kebun Percobaan yang cukup luas untuk melakukan berbagai kegiatan penelitian. Kebun Percobaan tersebut terdapat di 2 lokasi, yaitu Sungei Putih Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang dan Sikijang Riau Provinsi Riau. Sebagian besar areal kebun percobaan didominasi oleh jenis tanah ultisol dengan elevasi 0 – 60 meter dari permukaan laut. Kondisi topografi kebun percobaan baik di Sungei Putih dan Sikijang Riau umumnya datar sampai dengan bergelombang.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan penelitian di Balai Penelitian Sungei Putih, telah disediakan perpustakaan yang memuat beberapa buku, majalah, prosiding, warta, serta Koran. Koleksi yang diterima sampai dengan mencapai ribuan judul yang terdiri dari buku, majalah, dokumen dan fotokopi artikel. Minat pekebun dalam budidaya tanaman karet berkorelasi dengan permintaan akan panduan teknis singkat atau buku saku budidaya tanaman karet.

Balit Sungei Putih juga mempunyai “museum” koleksi plasma nutfah dan kebun silang buatan serta working population yang sangat bermanfaat untuk penelitian pemuliaan tanaman dalam usaha menghasilkan bibit klon unggul tanaman karet. Dari seleksi pertumbuhan dan produksi yang telah dilakukan diketahui bahwa sangat kecil kemungkinan menemukan langsung klon-klon yang berpotensi produksi tinggi dari koleksi plasma nutfah. Beberapa genotipe memiliki potensi kayu yang cukup besar, meskipun genotipe tersebut tidak menghasilkan lateks yang cukup. Koleksi plasma nutfah dimanfaatkan secara maksimal dan sistematis melalui program persilangan buatan untuk menghasilkan klon unggul penghasil lateks-kayu dan tahan penyakit. Usaha untuk memanfaatkan berbagai karakter penting dari plasma nutfah, khususnya sumber-sumber gen kejaguran dan ketahanan terhadap penyakit gugur daun, adalah dengan melakukan karakterisasi dan membangunnya dalam suatu kebun populasi yang disebut “working population” yang menghimpun berbagai ciri yang diinginkan. Populasi ini selanjutnya akan dimanfaatkan baik sebagai kebun induk maupun persilangan buatan.