Jamur Putih dan Kutu Putih pada Tanaman Karet

Tanya:

Saya punya kebun karet di daerah Sipirok. Tanaman karet yang sudah berumur +4 tahun mulai dijangkiti jamur putih. Mungkin sudah ada yang mati 5 batang dari luas lahan 2 Ha. Apa pencegahan yang bisa kami lakukan? Kemudian 2 Ha lahan lain sepertinya kena kutu putih, daun sering gugur / batang sepertinya menghitam, dan ada bercak putih (lahan ini kondisinya agak gersang dan perkembangan batang karet kurang memuaskan). Mohon Tanggapannya terima kasih.

Jawab:

Pencegahan penyakit Jamur Akar Putih:

  1. Monitoring Rutin

Monitoring bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin ada atau tidaknya serangan penyakit JAP pada tanaman karet den gan mengamati/ memeriksa adanya gejala serangan pada tajuk atau perdaunan tanaman karet. Untuk mencegah meluasnya serangan dari pohon ke pohon dilakukan pemeriksaan dengan membuka leher akar atau member mulsa pada pangkal pohon untuk memastikan adanya penyakit pada pohon.Tanaman karet yang terinfeksi akan terlihat adanya benang-benang jamur berwarna putih yang muncul di atas permukaan tanah melekat pada pangkal pohon. Hasil monitoring menentukan metode pengendalian yang akan diterapkan. Monitoring merupakan langkah awal untuk mengetahui perkembangan penyakit dengan tujuan untuk menetapkan tanaman yang terserang serta tingkat serangannya. Monitoring dilakukan secara periodik setiap tiga bulan.

Kriteria Skala Serangan JAP

Skala Gejala
0 Tanaman sehat, tidak ada miselium JAP
1 Miselium JAP masih menempel pada permukaan kulit akar
2 Miselium JAP mulai masuk ke jaringan kulit akar
3 Miselium JAP masuk ke jaringan kayu, kulit mulai berwarna coklat dan kayu mulai membusuk
4 Perakaran sudah membusuk atau tanaman mati
  1. Pengolahan tanah yang intensif full mekanis sampai pada kegiatan ayap akar untuk menyingkirkan sumber infeksi berupa sisa – sisa akar dan tunggul tanaman lama dari dalam tanah yang dapat menjadi sumber inokulum JAP. Cara tersebut dapat menekan serangan JAP mendekati nol pada awal penanaman, tetapi bukan berarti bahwa pengolahan tanah secara full mekanis tersebut areal telah terbebas dari serangan JAP, oleh karena itu diperlukan pengendalian terpadu yang lainnya.
  2. Penanaman kacangan penutup tanah sebelum menanam tanaman karet karena disamping bertujuan menekan pertumbuhan gulma, juga akan menciptakan kelembaban tanah yang dapat mempercepat pembusukan sisa – sisa akar dan tunggul di dalam tanah serta mendorong pertumbuhan mikroba tanah yang bersifat antagonis terhadap JAP, salah satunya adalah jamur Trich
  3. Seleksi bibit untuk memastikan bahwa bibit yang akan ditanam ke lapangan tersebut tidak terinfeksi JAP karena apabila bibit yang sudah terinfeksi JAP ditanam kelapangan maka bibit tersebut akan mati dan dapat menjadi sumber infeksi bagi tanaman disekitarnya.
  4. Pemberian belerang untuk menghambat pertumbuhan dari JAP. Belerang mempunyai daya fungistatik yang dapat menekan perkembangan jamur akar putih meningkatkan kemasaman tanah menjadi pH<5 sedangkan JAP tersebut hanya dapat tumbuh dan berkembang pada pH tanah yang mendekati normal (5-7). Jamur Trichoderma juga menyukai pH yang asam tersebut sehingga mendukung pertumbuhan jamur yang bersifat antagonis terhadap JAP di lapangan.

Cara aplikasi dan dosis belerang

Uraian Cara aplikasi Dosis

Gr/ph/apl

interval
Pada lubang tanam

 

 

Tanaman TBM 1-4 thn

 

 

Tanaman TM ≥ 5 thn

Dicampur dengan tanah pengisi lubang pada saat tanam

 

Ditabur di sekeliling pohon dari pangkal batang hingga r = 50 cm

 

Sda.

50

 

 

100

 

 

150

1 x

 

 

6 bulan

 

 

6 bulan

  1. Pengendalian secara Biologi

Pengendalian secara biologi dilakukan dengan cara penggunaan musuh-musuh alami dari patogen tersebut yang dapat berupa jamur ataupun bakteri yang bersifat antagonis terhadap patogen. Jamur antagonis yang sudah dikenal luas mampu menekan JAP adalah Trichoderma.

Aplikasi biofungsida di lapangan dilakukan dengan cara menaburkan di sekeliling pangkal pohon sesuai dosis anjuran.

triko sp plus, jap karet

Dosis dan Cara Aplikasi Biofungisida Triko SP PLUS

Uraian Umur

Bln/thn

Dosis

Gr/kg

Cara aplikasi Interval
Pembibitan

Batang bawah

 

Tanah pengisi

Lubang tanam

 

 

 

 

 

Tanaman polibeg

 

 

TBM

 

TM

3 – 6 *)

 

 

 

 

 

 

 
4 – 6 *)

 

 

 

1 – 3

 

≥ 4

600 kg/ha

 

 

50 gr/ph

 

 

 

 

 

 

25 gr/ph

 

 

 

75-100 gr/ph

 

100-150 gr

Ditabur di sekitar gawangan dan ditutup dengan tanah

 

Lubang tanam diisi tanah 2/3 bagian baru kemudian Triko SPplus ditabur secara merata di atasnya, kemudian lubang tanam kembali ditutup dengan tanah sampai penuh.

 

Ditabur di sekeliling pohon hingga r = 50-75 cm kemudian ditutup dengan tanah 1-2 cm .

 

sda

 

sda

1 x

 

 

1 x

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 bulan

 

sda

Keterangan : * ( bulan )

Pengendalian hama kutu (mealy bug) putih pada tanaman karet :

Hama kutu putih pada tanaman karet memiliki nama latin Ferrisia virgata dengan menunjukkan gejala embun jelaga hitam pada bagian tanaman yang terserang sehingga menyebabkan daun-daun kusam dan sebagian gugur. Kutu ini menghisap cairan tanaman sehingga menyebabkan tanaman mengalami mati pucuk atau kering dari bagian yang terserang. Hama ini juga merupakan vektor virus yang dapat menyebabkan tanaman mengalami malformasi seperti daun-daun yang mengeriting seperti daun ubi kayu.

Pengendaliannya :

Penyemprotan secara rutin dengan interval 5-7 hari sekali hingga serangan berkurang atau hilang sama sekali. Pestisida yang digunakan yaitu akarisida berbahan aktif Diazinon atau Malathion sesuai dosis dan konsentrasi anjuran pada masing-masing kemasan. Adapun contoh nama dagang akarisida berbahan aktif Malathion yaitu Fyfanon 440 EW atau Ransell 570. Apabila setelah penyemprotan akarisida kurang dari 4 jam terjadi hujan, maka penyemprotan harus diulang kembali karena diduga pestisida yang diaplikasikan telah tercuci air hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *