Kering Alur Sadap (KAS)

Kering alur sadap dikenal dengan beberapa istilah yaitu KAS, BB (Brown Bast), TPD (Tapping Panel Dryness). Kering alur sadap merupakan gangguan pada tanaman yang sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utamanya. “Penyakit” ini telah diketahui sejak awal budidaya karet dilakukan dan menimbulkan masalah serius di beberapa negara penghasil karet alam.

Kering alur sadap (KAS) merupakan gangguan fisiologis tanaman. Gejala serangan pada tanaman karet ditandai dengan adanya alur-alur sadap yang tidak mengeluarkan lateks. Pada awalnya sebagian alur sadap tidak mengeluarkan lateks pada saat disadap dan selanjutnya berkembang hingga seluruh bidang sadap tidak mengeluarkan lateks. Kulit sebelah dalam bagian yang sakit berubah warna coklat dengan kelembababan  yang tinggi. Akibat perubahan hormon di sekitar kulit yang mati adakalanya terbentuk kambium sekunder sehingga terjadi pembentukan kayu yang luar biasa. Batang kemudian membesar dan kulit pohon menjadi pecah-pecah atau terbentuk tonjolan-tonjolan yang tidak teratur, sehingga penyadapan sulit dilakukan.

Epidemiologi

KAS diduga terkait dengan beberapa faktor antara lain jenis klon, keadaan tanah dan iklim serta sistem eksploitasi tanaman karet. Setiap klon memiliki tingkat kepekaan yang berbeda terhadap Kering Alur Sadap. Beberapa klon yang relatif tahan KAS adalah BPM 24, RRIC 102 dan BPM 1. Tanaman karet yang ditanam pada tanah yang miskin hara menderita gangguan yang lebih berat. Demikian juga halnya tanaman karet yang terletak di daerah kering menderita gangguan BB yang lebih berat dibandingkan dengan daerah basah. Penyebab utama KAS diduga adalah sistem eksploitasi yang tidak sesuai. Tanaman karet yang disadap dengan frekuensi tinggi dan konsentrasi stimulan tinggi menderita gangguan kering alur sadap yang lebih berat. Over eksploitasi; terjadi ketidakseimbangan antara getah yang disadap dengan regenerasi / pembentukan kembali lateks pada tanaman.

Identifikasi
Untuk memastikan bagian kulit yang akan diobati sebaiknya kulit diperiksa dengan melakukan torehan seperti penyadapan. Apabila masih ditemukan bagian kulit yang mengeluarkan lateks maka penyadapan diteruskan ke bidang sadap dibawahnya dan kulit diatasnya segera dikerok (scrapping) untuk dilakukan pengobatan.

identifikasi kering alur sadap kas

Pengendalian KAS
KAS dapat dikendalikan dengan cara pengerokan kulit yang sakit hingga kedalaman 3-4 mm dari kambium, kemudian diikuti dengan pengolesan hormon untuk meregenerasi pertumbuhan kulit pulihan. Pengolesan hormon dilakukan pada hari ke 1, 30, dan 60 setelah pengerokan kulit. Selama 3 bulan pengobatan tanaman tidak disadap. Penyadapan pada panel sehat lainnya dapat dilakukan 1 bulan setelah pengobatan terakhir.

pengerokan panel sadap kas

Untuk mencegah serangan hama bubuk, panel yang sudah dikerok segera diolesi atau disemprot dengan insektisida. Aplikasi insektisida yang tepat dilakukan sebelum pengolesan hormon. Penyemprotan insektisida dilakukan selama 1 bulan (4x) dengan interval 7 hari sekali.

Penerapan sistem sadap yang sesuai berdasarkan tipologi klon dapat mencegah serangan KAS.

Pengerokan kulit batang yang terserang KAS. Kulit luar dikerok hingga ketebalan kulit menjadi 3 – 4 mm dari kambium. Untuk menghindari datang hama penggerek, serpihan bekas kerokan kulit harus dibakar.

Pengolesan hormon penumbuh kulit untuk pengobatan KAS. Pelumasan hormon dilakukan secara merata hingga seluruh kulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *