Pemurnian Klon

Ketidakcapaian produktivitas tanaman karet sesuai dengan potensi genetiknya sering terjadi di perkebunan karet nasional baik di tingkat perkebunan besar maupun petani rakyat. Hal tersebut menyebabkan tanaman tidak optimal dalam menghasilkan lateks. Penyebab utamanya adalah ketidakmurnian klon yang digunakan di lapangan. Bila tidak dilakukan tindakan teknis maka akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman karet tidak jagur, tidak seragam dan berdampak pada lambatnya tanaman dalam buka sadap. Banyak faktor teknis yang mempengaruhi ketidakmurnian klon utamanya saat di kebun entres, antara lain :

  • Pengambilan dan penggunaan kayu entres dari kebun entres yang tidak murni.
  • Distribusi kayu entres kepada juru okulasi pada saat penyiapan bibit.
  • Pencabutan stum dan pengangkutan dari lapangan ke terminal seleksi dan packing.
  • Pengambilan stum dari dalam peti untuk ditanam kedalam polibeg di lokasi yang baru
  • Pemindahan bibit polibeg dari terminal ke atas truk dan sebaliknya ketika menurunkan bibit polibeg dari atas truk ke lokasi kebun entres yang baru.

Sebagai upaya untuk menanggulangi ketidakmurnian klon yang digunakan di areal pertanaman karet, maka Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet telah berpengalaman dalam melakukan kerjasama pemurnian klon baik dengan instansi maupun personal. Kegiatan pemurnian klon bertujuan hanya untuk mengidentifikasi jenis klon dari setiap individu yang terdapat di dalam setiap blok koleksi klon, sehingga diperoleh suatu kelompok/blok koleksi tanaman untuk sumber entres yang terdiri hanya satu klon tertentu. Identifikasi kemurnian klon berlanjut ke tahap TBM bahkan sampai TM. Pemurnian klon dilakukan dalam tiga tahapan yaitu di kebun entres, TBM, dan TM. Metode yang digunakan dalam pemurnian klon di lapangan telah teruji oleh tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya. Proses pengajuan kerjasama dalam hal pemurnian entres dapat dilakukan dengan mudah dan cepat menghubungi email : balitsp@indosat.net.id

pemurnian klon karet unggul