Pengawalan Teknologi

Balai Penelitian Sungei Putih memiliki layanan pengawalan teknologi untuk perkebunan besar negara (PTPN) maupun Perkebunan Besar Swasta/Asing dengan peran peneliti yang handal melalui Surat Perjanjian Kerjasama antara Balai Penelitian Sungei Putih dengan para stakeholder. Pengawalan teknologi terbagi menjadi 3 (tiga) :

  1. Teknologi Pengelolaan Bibitan dan Kebun Entres

Pemurnian klon pada kebun entres merupakan salah satu tahapan penting dalam membangun kebun bibitan yang bertujuan untuk menghasilkan bibit karet yang bermutu. Ketidakmurnian klon dalam kebun entres menyebabkan pertumbuhan tanaman di lapangan menjadi tidak seragam, meskipun klon-klon yang bercampur tersebut terdiri dari klon-klon anjuran juga. Bibit karet dikategorikan bermutu apabila secara fisik memenuhi ukuran pertumbuhan yang normal, secara fisiologis memiliki daya hidup yang baik, dan secara genetis terdiri dari klon yang asli dan murni. Bibit yang memenuhi syarat fisiologis dan agronomis dapat diperoleh melalui penanaman dan pemeliharaan yang baik dan standar. Untuk mendapatkan mutu bahan tanam yang standar, diperlukan seleksi yang ketat dari sejak pembangunan pembibitan batang bawah, okulasi, proses stum okulasi mata tidur (OMT) sampai pembangunan pembibitan stum OMT di polibeg.

Pengawalan TM & TBM karet

  1. Teknologi Pengelolaan TBM Karet

Kegiatan pengawalan teknologi berupa pengawalan TBM karet bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan lilit batang (memepercepat masa TBM), membuat pertanaman seragam mungkin dan mempertahankan populasi tanaman tetap optimal. Jika ke-tiga unsur tersebut dapat dikuasai, maka masa TBM akan singkat (±3,8 tahun) dan produktivitas pada tahun sadap pertama dapat mencapai ±1300 kg karet kering/ha. Masa TBM yang singkat menjadi impian karena periode pengembalian modal investasi semakin cepat. Pada kondisi harga karet yang kurang mendukung sebagaimana terjadi sekarang, agar perusahaan tidak merugi, maka produktivitas penyadap per hari sadap (kg karet kering/penyadap/hari sadap) perlu ditingkatkan dan peningkatan tersebut hanya dapat didongkrak jika masa TBM dikelola dengan baik. Kegiatan pengawalan teknologi TBM karet ini meliputi diskusi langsung dan melihat permasalahan yang ada di lapangan. Hasil pengawalan TBM karet disusun secara tertulis dalam bentuk laporan yang menggambarkan kondisi umum, permasalahan dan rekomendasi untuk pemecahan masalah di lapangan.

  1. Teknologi Pengelolaan Peningkatan Produktivitas TM Karet

Pengawalan peningkatan produktivitas TM karet bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas sesuai dengan kapasitas dan potensi tanaman agar mencapai umur ekonomis yang berkelanjutan. Peningkatan produktivitas pada tanaman karet mutlak harus dioptimalkan melalui sistem tata guna panel dan penyadapan yang normatif. Konsep penyadapan normatif yang dimaksud yaitu penyadapan dengan memperhatikan kondisi fisiologis tanaman agar potensi tanaman tergali optimal sesuai umur ekonomis tanpa menimbulkan dampak negatif dan bersifat berkelanjutan. Kegiatan pengawalan TM karet meliputi melihat kondisi faktual performa tanaman di lapang dan selanjutnya dievaluasi sistem penyadapannya. Metode pengumpulan informasi produksi dan kondisi kebun dilakukan dengan mengkroscek data dengan kondisi tanaman terkini saat kunjungan dan diskusi lapang. Hasil evaluasi tersebut akan dilaporkan dalam bentuk tertulis lengkap sesuai masing-masing kebun berdasarkan afdeling, tahun tanam dan klon pada matriks rekomendasi.