Pengendalian Penyakit Jamur Upas secara Biologi pada Tanaman Karet TBM

Penyakit Jamur Upas (Corticium salmonicolor) merupakan salah satu penyakit penting tanaman karet yang bisa menimbulkan kerusakan parah yaitu menyebabkan kepatahan dan kematian cabang dan batang tanaman karet. Penyakit ini menyerang tanaman yang masih muda, yakni tanaman yang berumur antara 3 sampai 8 tahun, terutama pada klon-klon yang bertajuk rindang yang terdapat pada areal perkebunan beriklim basah sampai dengan sangat basah.  

Serangan awal dari Jamur Upas ditandai dengan adanya benang-benang halus yang mirip dengan benang laba-laba pada bagian cabang yang diserang, selanjutnya patogen membentuk kumpulan-kumpulan hypha yang dilanjutkan dengan pembentukan kerak yang berwarna merah jambu (salmon).  kadang-kadang pada permukaan kulit keluar lateks.  Pada tahap tersebut kulit dan kayu yang ada di bawahnya telah membusuk. Pada pohon yang terserang hebat dan tidak sempat diperlakukan dengan fungisida dapat mengakibatkan kematian. Percabangan yang terserang akan mati atau mudah patah.

gejala jamur upas karet

Untuk mempermudah pengobatan perlu ada pengamatan keparahan/stadium penyakit yang disebabkan oleh jamur upas, yang dilakukan dengan metode skoring percabangan terutama ditujukan pada tanaman karet yang belum menghasilkan.

Skala serangan:

0 = tidak ada serangan, 1 = terdapat sebaran seperti sarang laba-laba, melekat pada permukaan kulit, 2 = lateks menetes diantara bentukan sarang laba-laba,  3 = pada jaringan kulit yang terserang terdapat selaput miselium  tebal, berwarna kemerahan, ada lateks yang menetes berwarna coklat, daun pada ranting mulai menguning, 4 = jaringan kulit membusuk, berwarna kehitaman, bila kulit dikelupas akan terlihat jaringan kayu,  daun pada ranting gugur, jaringan terinfeksi patah.   5 = cabang atau ranting yang terserang mati, patah pada bagian cabang utama

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Disamping pengendalian secara kultur teknis, perlu juga dilakukan secara mekanis dan kimiawi.  Balai Penelitian Sungei Putih telah membuat suatu Produk Biofungisida untuk mengendalikan penyakit jamur upas yang diberi nama dagang  BIO-C. Biofungisida ini cukup efektif untuk mengendalikan penyakit Jamur Upas.

Cara Pengobatan:

  1. Untuk menghindari berjangkitnya penyakit jamur upas secara meluas, pengamatan secara dini terhadap penyakit ini perlu dilakukan untuk mengetahui skala serangan dan tindakan pengobatannya.
  2. Untuk pengobatan secara biologi, hanya skala awal serangan yang masih bisa diobati yaitu skala 1 s/d 3, pengobatan dilakukan dengan cara pelumasan  BIO -C pada jaringan kulit yang sakit  sampai  batas jaringan kulit yang sehat lebih kurang 10-15 cm di atas/di bawah jaringan kulit yang sakit.  Pengolesan dilakukan dengan interval seminggu sekali hingga tanaman sembuh, minimal 4 kali aplikasi.
  3. Pada cabang yang telah terserang berat dengan skala serangan 4 s/d 5 maka sebaiknya dilakukan pemotongan (topping) pada jaringan kulit yang sehat 15-20 cm di bawah jaringan kulit yang sakit dan bekas luka potongan diolesi dengan fungisida untuk mencegah adanya infeksi baru dan ditutup dengan colter.
  4. Untuk mendukung keberhasilan  pengobatan secara biologi  pencegahan secara kultur teknis perlu dilakukan yaitu dengan pengendalian gulma secara intensif agar tidak  menjadi inang bagi spora jamur upas. Pemangkasan tajuk strata bawah dilakukan hingga ketinggian 3-4 m untuk mengatasi kelembaban kebun. Pembuatan parit (drainase) juga perlu agar tidak ada genangan air di dalam kebun yang dapat meningkatkan kelembaban kebun sehingga mendukung pertumbuhan dari jamur upas.

-SSY-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *