Researcher Education and Training Program

Ada data yang menarik mengenai perkembangan riset berbagai negara khususnya di Asia. Jumlah publikasi ilmiah Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan Malaysia padahal sebelum tahun 2004 Malaysia berada pada posisi yang sama dengan Indonesia. Tidak heran memang karena pemerintah Malaysia menerapkan sistem publikasi (minimal terindeks DOAJ) atas setiap penelitian yang telah dilakukan. Indonesia baru saja menerapkan hal tersebut dengan mesyaratkan setiap lulusan Perguruan tinggi untuk mempublikasi hasil skripsi, tesis dan Disertasinya. Data lain cukup mencengangkan yaitu perkembangan perekonomian Korea Selatan sebagai negara maju baru di Asia. Pada tahun 1970an korea merupakan negara yang secara ekonomi sejajar dengan negara lain seperti Ghana, Indonesia dan Thailand. Kita lihat saat ini Korea Selatan menjadi negara yang menghasilkan berbagai produk industri dari mulai gadget sampai perfilman. Apa yang membuat Korsel dan Malaysia dapat meluncur cepat?? Riset dan pengembangan kata kuncinya. Ya, dua negara tersebut telah mengerti betul arti penting riset terhadap kemajuan sebuah bangsa.

Sebuah negara setidaknya harus memiliki empat syarat agar kegiatan riset memiliki dampak positif terhadap negaranya yaitu SDM peneliti handal, anggaran riset proporsional, akses database mudah, dan tersedia sarana prasarana. Dan juga tidak lepas hubungan kerja sama yang baik antara pemerintah, industri dan lembaga penelitian sebagai pelaku riset. Peneliti sebagai pondasi penelitian harus memiliki karakter yang kuat dalam meyikapi setiap persoalan baru yang dihadapi sehingga dapat memberikan jawaban atas persoalan tersebut. Tiga sifat dasar yang seharusnya seorang peneliti miliki yaitu banyak membaca, melakukan kegiatan riset dan menyebarkan hasil riset dalam publikasi ilmiah. Membaca dapat mengasah kreatifitas peneliti untuk menangkap berbagai ide yang tersedia bertebaran di alam serta menguatkan argumentasi dalam pembuatan artikel hasil penelitian. Sedangkan publikasi ilmiah merupakan parameter output utama bagi seorang peneliti sehingga hasil penelitian dapat diketahui dan bermanfaat bagi sesama manusia.

Akses informasi hasil penelitian terbaru mutlak dibutuhkan oleh seorang peneliti. Hal ini bertujuan untuk mendukung update informasi penelitian agar tidak melakukan penelitian yang sejenis. Akses jurnal ilmiah saat ini sebagian besar sudah dalam berbentuk online sehingga dapat dengan mudah ditelusuri menggunakan fasilitas internet. Memang tidak semua jurnal disediakan dalam keadaan gratis dan harus bayar untuk mendapatkannya. Beberapa situs menyediakan jurnal gratis seperti: https://doaj.org/, https://www.plos.org/, highwire.stanford.edu/lists/freeart.dtl, dan lain-lain. Jurnal berbayar dapat kita dapatkan dengan tips sebagai berikut: 1. Menghubungi penulis jurnal yang diinginkan, 2. Meminta bantuan teman yang sedang kuliah di luar negeri, 3. Melaui perpustakaan nasional (pnri.go.id), 4. Melalui web sci-hub.org dengan memasukkan DOI jurnal 5. Meminta bantuan ke PDII LIPI dengan mengirimkan email ke penelusuran@yahoo.com.

Seorang bijak pernah berkata “Gagal dalam merancang sama saja dengan merangcang sebuah kegagalan”. Rancangan penelitian memiliki fungsi yang vital dalam proses kegiatan penelitian. Rancangan tersebut akan menjadi tolak ukur dan evaluasi proses kegiatan penelitian. Rancangan penelitian dapat dibuat sederhana terlebih dahulu dalam bentuk Idea Concept Paper (ICP) yang berisikan seluruh rencana penelitian secara singkat. Selanjutnya dapat dituangkan dalam bentuk proposal lengkap untuk diajukan ke instansi pemberi dana. Ada baiknya setiap ide yang muncul dituliskan dalam ICP serta proposal dan disimpan dalam bank proposal setiap peneliti agar jika suatu waktu dibutuhkan dapat digunakan.

Sekian oleh-oleh yang didapatkan dari diklat fungsional tingkat pertama di LIPI

Semoga bermanfaat ^_^

-MRD-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *