Sejarah

Balit Sungei Putih 1980-an
Balit Sungei Putih 1980-an

Balai Penelitian Sungei Putih (BPSP) adalah unit kerja penelitian dan pengembangan perkaretan. BPSP didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI No. 790/Kpts/Org/9/1981 tanggal 11 September 1981, dengan nama Balai Penelitian Perkebunan (BPP) Sungei Putih. Aktivitas BPP Sungei Putih dimulai pertama kali pada Hari Selasa 16 Februari 1982, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto setahun kemudian tepatnya pada tanggal 16 Februari 1983.

Sejak awal pendirian yang dimulai tahun 1981, BPSP sudah beberapa kali berganti nama sejalan dengan reorganisasi lembaga penelitian. Diawali dari SK Menteri Pertanian RI No. 790/Kpts/Org/9/1981 tentang berdirinya Balai Penelitian Perkebunan Sungei Putih (1981-1989), yang kemudian berubah menjadi Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Sungei Putih (1989-1992) berdasarkan SK Menteri Pertanian RI No.823/Kpts/KB.110/89 dan SK AP3I No. 222/APP/89. Selanjutnya, berdasarkan segi mandat komoditas, Puslitbun Sungei Putih, bersama Puslitbun Sembawa, Puslitbun Getas, dan bagian Pasca Panen Karet pada Puslitbun Bogor dikelompokkan menjadi Pusat Penelitian Karet (1992-2003) berdasarkan SK DPH-AP3I No. 084/Kpts/DPH/X2/92 yang berkedudukan di Sungei Putih. Dengan penggabungan tersebut, keempat Puslitbun berfungsi sebagai unit kegiatan penelitian Pusat Penelitian Karet (PPK) dan melalui keputusan DPH-AP3I No. 059/93 nama Puslitbun Sembawa diubah menjadi Balai Penelitian Sembawa, Puslitbun Getas diubah menjadi Balai Penelitian Getas, dan Bagian Pasca Panen Karet Puslitbun Bogor diubah menjadi Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor, sedangkan Puslitbun Sungei Putih menjadi kantor utama Pusat Penelitian Karet (Puslit Karet).

Pada tahun 2003 terjadi reorganisasi pada lembaga Pusat Penelitian Karet yang semula berkedudukan di Sungei Putih berpindah tempat ke Tanjung Morawa, sedangkan kantor Sungei Putih berubah nama menjadi Balai Penelitian Sungei Putih berdasarkan SK Direktur Eksekutif LRPI No 06/Kpts/LRPI/2003, tanggal 26 Maret 2003. Berdasarkan struktur organisasi, susunan personalia BPSP dipimpin oleh seorang Kepala Balai setingkat dengan pejabat lapis dua di Pusat Penelitian Karet dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Pusat Penelitian Karet. Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dalam Surat Keputusan Direktur Eksekutif LRPI, yang kemudian diperbaharui dalam SK Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (SK No 17/Kpts/RPN/2011 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola Masa Transisi Pusat Penelitian Karet), maka Kepala Balai dibantu oleh beberapa pejabat struktural setingkat Kepala Urusan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. BPSP sebagai unit kerja penelitian dan pengembangan berfungsi menjalankan kegiatan penelitian, pengembangan dan pelayanan di bidang perkaretan sesuai dengan SK Mentan RI No. 790/Kpts/Org/9/1981.

Pimpinan Puslit - Balit Sungei Putih masa ke masa
Sejarah Kepemimpinan Puslit/Balit Sungei Putih

Sejak awal berdiri hingga sekarang, Balit Sungei Putih telah mengalami sejumlah pergantian kepemimpinan. Pimpinan pertama yang menjabat adalah Dr. H. Abdul Madjid, M.Sc, dengan jabatan Direktur BPP Sungei Putih (1982-1989). Pada tahun 1989 terjadi perubahan nama dari BPP Sungei Putih menjadi Puslitbun Sungei Putih. Pada tahun 1989 Dr. Abdul Madjid diangkat menjadi Sekretaris Jenderal ANRPC di Kuala Lumpur, sehingga posisi Direktur BPP Sungei Putih digantikan oleh Dr. Ir. Ridwan Dereinda, M.Sc yang menjabat sampai tahun 1990. Selanjutnya posisi Direktur dipegang oleh Dr. Ir. Basuki yang menjabat sampai tahun 1996. Pada masa ini terjadi perubahan nama dari Puslitbun Sungei Putih menjadi Pusat Penelitian Karet. Pada tahun 1996 Dr. Asril Darusssamin meneruskan estafet kepemimpinan Puslit Karet, yang dibantu oleh Direktur Muda Puslit Karet Dr. ir. Soekirman P. Selanjutnya pada tahun 2000, Dr. Soekirman P, naik menjadi Direktur Puslit Karet, hingga tahun 2005. Pada masa ini, tepatnya pada tahun 2003, secara resmi melalui SK Direktur Eksekutif LRPI, Puslit Karet berpindah dari Sungei Putih ke Tanjung Morawa. Kantor Sungei Putih menjadi Balai Penelitian Sungei Putih yang dipimpin oleh Kepala Balai, yaitu Dr. Ir. Karyudi sampai tahun 2012. Dr. Sumarmadji melanjutnya tugas menjadi kepala balai sampai tahun 2015. Dan terhitung mulai Bulan Agustus 2015, Ir. Irwan Suhendry, MM meneruskan estafet kepemimpinan Balai Penelitian Sungei Putih hingga sekarang.