Tap SP Teknologi Inspeksi Penyadapan

Penyadapan (eksploitasi) tanaman karet adalah suatu teknik memanen tanaman karet sehingga memperoleh hasil karet maksimal sesuai dengan kapasitas produksi tanaman dalam siklus ekonomi yang direncanakan. Kesinambungan produktivitas tanaman karet banyak ditentukan oleh pelaksanaan tap inspeksi yang konsisten dan objektif.  Tanpa itu, sistem penyadapan yang direkomen-dasikan tidak memberikan hasil yang memuaskan terutama dalam jangka panjang.

Inspeksi Sadap (Tap Inspeksi) yang dilakukan secara rutin di perkebunan-perkebunan karet bertujuan untuk mengawasi mutu sadapan, dasar dalam menentukan kelas penyadap, dasar dalam pemberian sanksi dan perubahan premi, dan dasar penilaian mandor serta asisten, serta dasar menetapkan kebijakan teknis penyadapan kepada tanaman. Mutu sadap merupakan ukuran-ukuran atau syarat-syarat yang harus dipatuhi oleh setiap penyadap ketika mengiris kulit tanaman karet. Pemakaian kulit ini sangat diperhatikan karena berkaitan langsung dengan umur ekonomis tanaman dan total produksi per satu siklus tanaman.

tap sp inspeksi sadap karet

Petugas yang melakukan tap inspeksi biasanya menggunakan alat pengukur yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Alat tap inspeksi pada dasarnya memiliki fungsi sebagai  pengevaluasi, pengendali, dan sebagai alat bantu utama atas pelaksanaan penyadapan yang dilakukan setiap hari oleh penyadap. Beberapa alat tap inspeksi yang ditemui di lapangan adalah obeng tusuk, tap-Getas, Squari, dan Tapins Bolt-1.  Bentuk dan fungsi alat berkembang dari yang sederhana hingga agak komplit.  Namun demikian, setiap jenis peralatan dimaksud masih memiliki beberapa kelemahan. Balai Penelitian Sungei Putih telah menciptakan suatu teknologi  tap inspeksi yang telah berhasil menyempurnakan alat-alat tap inspeksi sebelumnya tersebut di atas, yaitu Tap SP.

Adapun keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Tap SP, antara lain :

  1. Alat tap inspeksi multifungsi yang dapat mengukur beberapa parameter inspeksi sadap dalam satu set alat, yaitu :
  • Kedalaman Sadap : ukuran sisa ketebalan kulit ke arah kambium. Ketebalan ini diukur dengan jarum penusuk yang pada ujung matanya dibuat tanda batas sejauh 1,5 mm dari ujung. Jika sisa kulit tidak melewati tanda batas berarti penyadapan terlalu dalam, dan jika melewati tanda batas berarti penyadapan terlalu dangkal.
  • Konsumsi kulit : menggambarkan seberapa tebal kulit yang disayat. Parameter ini dapat mengendalikan berapa lama kulit akan habis pada satu panel sadap.
  • Sudut Sadap : sudut sadap dapat mempengaruhi kecepatan pengaliran lateks pada alur sadap menuju mangkok lateks. Besar sudut sadap bervariasi antara 30 – 40o. Parameter ini diukur dengan busur yang terdapat pada alat ini.
  • Luka Sadap : untuk menilai luka sadap ditentukan kriteria sebagai berikut :
    • Luka kecil: apabila ukuran luka sebesar 5 mm x 10 mm
    • Luka sedang : apabila ukuran luka lebih besar 5 mm x 10 mm  dan lebih kecil dari 10 mm x 30 mm
    • Luka besar : apabila ukuran luka lebih besar 10 mm x 30 mm
  1. Tidak menimbulkan rasa sakit dan luka saat dipergunakan.
  2. Skala ukuran lebih analitik.
  3. Dilengkapi dengan meteran untuk mengukur lilit batang dan crayon untuk menandai mutu sadap di bidang sadap pohon karet.

Tap SP merupakan alat bantu mutakhir dalam pelaksanaan tap inspeksi. Penggunaannya bukan saja praktis tetapi juga merupakan alat yang memiliki hasil pengkuran yang lebih akurat. Hal ini berarti, penggunaannya dalam skala luas di perkebunan karet akan menghasilkan mutu penyadapan yang baku.

8 thoughts on “Tap SP Teknologi Inspeksi Penyadapan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *